SEJARAH DESA
Sejarah Desa Malasan Kulon
Berdasarkan cerita nenek moyang/sesepuh desa, Desa Malasan Kulon mulai ada sebelum masa kemerdekaan Rebuplik Indonesia atau ketika zaman penjajahan. Sebelumnya wilayah Desa Malasan Kulon merupakan hutan rimba dan belum ada penghuninya. Kemudian, mulai terlihat tanda-tanda kehidupan manusia di wilayah ini, mulai ada orang yang menempati wilayah sebelah utara dari desa ini dengan menebang pohon karena wilayah hutan. Diperkirakan kehidupan manusia dimulai di wilayah utara tepatnya di Dusun Krajan yang memiliki arti kerajaan. Hal ini dibuktikan dengan adanya bangunan-bangunan kuno yang hanya ada di dusun ini seperti pendopo jaman dahulu yang disertai dengan kentungan yang terbuat dari kayu dan kantor kawedanan (kantor kabupaten) yang terletak bersebelahan. Hal ini menunjukkan bahwa dahulu wilayah krajan ini merupakan pusat pemerintahan. Setelahnya semakin banyak orang pendatang yang menebang pohon dan dijadikan tempat tinggal.
Asal mula nama Desa Malasan berasal dari kondisi atau perilaku warga sendiri, dahulu wilayah ini merupakan wilayah sulit air yang harus mengambil di sungai/sumber yang lokasinya lumayan jauh atau menampung air hujan. Seringkali terjadi rebutan air antar warga di beberapa wilayah yang menyebabkan cekcok/perkelahian atau Bahasa lokalnya disebut dengan carok. Peristiwa tersebut bukan hanya sekali terjadi, tetapi saling berbalas antar wilayah sehingga wilayah ini dinamakan Malasan yang artinya balasan. Mungkin warga lebih nyaman dengan sebutan malasan dibanding dengan balasan.
Wilayah malasan sendiri sangat luas, tetapi seiring dengan berkembangnya zaman dan kemajuan dalam segi pemerintahan. Wilayah Desa Malasan akhirnya dipecah/dibagi menjadi dua, yaitu wilayah sebelah timur dinamakan Desa Malasan Wetan yang masuk dalam kecamatan Tegalsiwalan dan wilayah sebelah barat dinamakan Desa Malasan Kulon yang termasuk dalam kecamatan Leces kabupaten Probolinggo. Dan sampai saat ini masih berlaku, untuk desa Malasan Kulon terdiri dari 4 dusun yaitu Dusun Krajan yang artinya kerajaan, Dusun Curah Watu yang menunjukkan kodisi lingkungannya terdapat curah dengan banyak batu di sekitarnya. Kemudian Dusun Gunung Malang yang merupakan wilayah paling tinggi di kawasan ini dan yang terakhir Dusun Embong Cangka yang artinya Embong adalah jalan, cangka adalah bercabang sehingga memiliki arti jalan yang bercabang-cabang.
PERANGKAT DESA
___________
___________
___________
___________
___________
___________
___________
___________
___________
___________
___________